Ekuitas pemilik (owner’s equty)
Modal saham (capital stock)
Saham>
saham preferen (preference stock)
:saham yang mempunyai keistimewaan
>Saham
biasa (common stock) :saham yang tidak mempunyai
keistimewaan dan biasa(Umum) diterbitkan.
Saham diterbitkan dengan nilai nominal (nilai pari),
baik saham atas nama (tercatat nama pemiliknya) maupun saham atas unjuk ( tidak
tercatat nama pemiliknya). Di Indonesia saham tanpa nilai pari tidak
boleh(ps.42 (2) UU No.1 th 1995 tentang perseroan terbatas)
Akuntansi modal saham(saham)
Perlu diketahui beberapa istilah:
1.
Modal saham statuter (saham dasar):
yaitu jumlah saham yang diotorisasi (diizinkan) untuk diterbitkan.
2.
Modal saham dipesan : yaitu jumlah
saham yang disisihkan karena telah dipesan pembeli tetapi sahamnya belum
dikeluarkan (diserahkan) karena pembayaranya belum lunas.
3.
Modal saham beredar : yaitu jumlah
saham yang telah dijual (diterbitkan)
4.
Saham treasury (treasury stock) :
disebut juga saham perbendaharaan yaitu
jumlah saham yang beredar tetapi dibeli kembali oleh perusahaan yang
menerbitkan saham (emiten)
Catatan :
modal saham
diotorisasi pada umumnya tidak dijurnal tapi hnya dilakukan sebagai catatan
memo dan dilaporkan sebagai penjelasan atas neraca.
Ilustrasi:
PT. A
mempunyai saham yang diotorisasi (saham statuter ) sebanyak 100000 lembar saham
biasa dengan nilai nominal @ Rp.1000 untuk diterbitkan (dijual)
semuanya.transaksi dan jurnalnya sbb :
1.
Dijual 40000 lembar saham biasa
sebesar nilai nominal yang dibayar tunai sebesar Rp.10000000 dan sebuah mesin seharga Rp.30000000. jurnal
: (D)kasRp.10000000(D)mesinRp.30000000(K)modal saham Rp.40000000
2.
Diterima pesanan 50000 lembar saham
biasa dengan kurs 110. Dibayar tunai 70 %, sisanya 30 hari. Jurnal: (D)kas
Rp.38500000 (D)piutang pesanan saham Rp.16500000 (K)modal saham dipesan
Rp.50000000 (K)agio saham Rp.5000000
3.
Diterima pelunasan untuk 30000
lembar saham yang dipesan dan saham tersebut diserahkan pada pemesan.jurnal :
(D)kas Rp.9900000 (K)piutang pesanan saham Rp.9900000 (D)modal saham dpesan
Rp.30000000 (K) modal saham Rp.30000000
Apabila PT.A membuat neraca setelah ketiga transaksi
tersebut maka dalam neraca akan
dilapoarkan sbb:
Pada
sisi aktiva : piutang pesanan saham Rp.6600000
Pada
sisi kewajiban dan ekuitas :
Ekuitas:
Modal saham (diotorisasi 100000 lembar nominal @
Rp.1000 beredar 70000 lembar)Rp70000000
Modal saham dipesan Rp.20000000
Agio saham Rp.5000000
Total ekuitas pemegang saham Rp.95000000
Jika terjadi pembatalan pemesanan atau pemesan tidak
mampu melunasi pesanan saham?
Ada 4 kemungkinan penyelesaian:
a)
Uang yang sudah diterima
dikembalikan kepada pemesan
b)
Uang dikembalikan setelah
dipotong (diperhitungkan) kerugian dan
atau biaya penjualan kembali saham yang dibatalkan pemesanya.
c)
Uang yang telah diterima tidak
dikembalikan (dianggap hilang)
d)
Kepada pemesan dikeluarkan
(diserahkan) saham yang nilainya sama dengan uang yang telah diterima.
Catatan: atas
saham yang dibatalkan pemesanya agio saham tersebut harus dibatalkan juga.
Ilustrasi: misalnya sisa pesanan sebanyak 20000 lembar
saham dibatakan karena pemesan tidak melunasinya dan PT. A saham tersebut
dijual lagi kepihak lain dengan kurs 105
Jika penyelesaianya dengan cara a)
Jurnal;
Modal saham
dipesan (D) Rp.20000000
Agio saham (D) Rp.2000000
Piutang pesanan saham (K) 6600000
Kas (K) Rp.15400000
Kas (D)
Rp.21000000
Modal saham (K) Rp. 20000000
Agio saham (K) Rp.1000000
Jika penyelesaianya dengan cara b)
Modal saham
dipesan (D) Rp. 20000000
Agio saham (D)
Rp.2000000
Piutang pesanan saham (K)
Rp.6600000
Utang kepada pemesan saham (K)
Rp.15400000
Kas (D)
Rp.21000000
Utang kepada
pemesan saham (D) Rp.1000000
Modal saham (K) Rp.20000000
Agio saham (K) Rp.2000000
Tidak ada komentar:
Posting Komentar