huda blog

selamat datang di blog saya dan semoga bermanfaat

Sabtu, 04 Agustus 2012


Ekuitas pemilik (owner’s equty)
Modal saham (capital stock)
Saham> saham preferen (preference stock) :saham yang mempunyai keistimewaan
>Saham biasa (common stock) :saham yang tidak mempunyai keistimewaan dan biasa(Umum) diterbitkan.
Saham diterbitkan dengan nilai nominal (nilai pari), baik saham atas nama (tercatat nama pemiliknya) maupun saham atas unjuk ( tidak tercatat nama pemiliknya). Di Indonesia saham tanpa nilai pari tidak boleh(ps.42 (2) UU No.1 th 1995 tentang perseroan terbatas)
Akuntansi modal saham(saham)
Perlu diketahui beberapa istilah:
1.      Modal saham statuter (saham dasar): yaitu jumlah saham yang diotorisasi (diizinkan) untuk diterbitkan.
2.      Modal saham dipesan : yaitu jumlah saham yang disisihkan karena telah dipesan pembeli tetapi sahamnya belum dikeluarkan (diserahkan) karena pembayaranya belum lunas.
3.      Modal saham beredar : yaitu jumlah saham yang telah dijual (diterbitkan)
4.      Saham treasury (treasury stock) : disebut juga saham perbendaharaan  yaitu jumlah saham yang beredar tetapi dibeli kembali oleh perusahaan yang menerbitkan saham (emiten)
Catatan :
modal saham diotorisasi pada umumnya tidak dijurnal tapi hnya dilakukan sebagai catatan memo dan dilaporkan sebagai penjelasan atas neraca.
Ilustrasi:
            PT. A mempunyai saham yang diotorisasi (saham statuter ) sebanyak 100000 lembar saham biasa dengan nilai nominal @ Rp.1000 untuk diterbitkan (dijual) semuanya.transaksi dan jurnalnya sbb :


1.      Dijual 40000 lembar saham biasa sebesar nilai nominal yang dibayar tunai sebesar Rp.10000000  dan sebuah mesin seharga Rp.30000000. jurnal : (D)kasRp.10000000(D)mesinRp.30000000(K)modal saham Rp.40000000
2.      Diterima pesanan 50000 lembar saham biasa dengan kurs 110. Dibayar tunai 70 %, sisanya 30 hari. Jurnal: (D)kas Rp.38500000 (D)piutang pesanan saham Rp.16500000 (K)modal saham dipesan Rp.50000000 (K)agio saham Rp.5000000
3.      Diterima pelunasan untuk 30000 lembar saham yang dipesan dan saham tersebut diserahkan pada pemesan.jurnal : (D)kas Rp.9900000 (K)piutang pesanan saham Rp.9900000 (D)modal saham dpesan Rp.30000000 (K) modal saham Rp.30000000
Apabila PT.A membuat neraca setelah ketiga transaksi tersebut  maka dalam neraca akan dilapoarkan sbb:
            Pada sisi aktiva : piutang pesanan saham Rp.6600000
            Pada sisi kewajiban dan ekuitas :
Ekuitas:
Modal saham (diotorisasi 100000 lembar nominal @ Rp.1000 beredar 70000 lembar)Rp70000000
Modal saham dipesan Rp.20000000
Agio saham Rp.5000000
Total ekuitas pemegang saham Rp.95000000
Jika terjadi pembatalan pemesanan atau pemesan tidak mampu melunasi pesanan saham?
Ada 4 kemungkinan penyelesaian:
a)      Uang yang sudah diterima dikembalikan kepada pemesan
b)      Uang dikembalikan setelah dipotong  (diperhitungkan) kerugian dan atau biaya penjualan kembali saham yang dibatalkan pemesanya.
c)      Uang yang telah diterima tidak dikembalikan (dianggap hilang)
d)      Kepada pemesan dikeluarkan (diserahkan) saham yang nilainya sama dengan uang yang telah diterima.
Catatan: atas saham yang dibatalkan pemesanya agio saham tersebut harus dibatalkan juga.
Ilustrasi: misalnya sisa pesanan sebanyak 20000 lembar saham dibatakan karena pemesan tidak melunasinya dan PT. A saham tersebut dijual lagi kepihak lain dengan kurs 105
Jika penyelesaianya dengan cara a)
Jurnal;
Modal saham dipesan (D) Rp.20000000
Agio saham     (D) Rp.2000000
            Piutang pesanan saham (K) 6600000
            Kas (K) Rp.15400000
Kas (D) Rp.21000000
            Modal saham (K) Rp. 20000000
            Agio saham (K) Rp.1000000
Jika penyelesaianya dengan cara b)
Modal saham dipesan (D) Rp. 20000000
Agio saham (D) Rp.2000000
            Piutang pesanan saham (K) Rp.6600000
            Utang kepada pemesan saham (K) Rp.15400000
Kas (D) Rp.21000000
Utang kepada pemesan saham (D) Rp.1000000
            Modal saham (K) Rp.20000000
            Agio saham (K) Rp.2000000

Tidak ada komentar:

Posting Komentar